DUPRIANSYAH.INFO. Sungai Durait Tengah, HSU KALIMANTAN SELATAN. Haul Datu Amut: Ribuan Jamaah Padati Situs Religi di Hulu Sungai Utara.
Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menjadi pusat perhatian ribuan jamaah dari berbagai daerah saat peringatan Haul Datu Amut digelar. Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga menjadi bukti kuatnya kecintaan masyarakat terhadap ulama dan tokoh keagamaan yang telah berjasa bagi perkembangan dakwah Islam di Kalimantan Selatan.
Suasana Religi yang Khusyuk dan Penuh Kehangatan
Sejak pagi buta, arus jamaah mulai berdatangan menuju kawasan Makam Datu Amut, sebuah situs religi yang sudah lama menjadi tempat ziarah masyarakat Banjar. Jalan-jalan desa tampak ramai dikunjungi oleh rombongan peziarah, baik yang menggunakan kendaraan pribadi, mobil bak, hingga kendaraan bermotor. Suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan terasa begitu kuat di antara para jamaah yang datang dari berbagai penjuru daerah.
Sesampainya di area makam, pengunjung disambut suasana religius yang tenang. Lantunan doa dan selawat menggema di setiap sudut, menghadirkan atmosfer sakral yang membuat banyak orang larut dalam kekhusyukan.
Mengenal Sosok Datu Amut: Ulama yang Dicintai Masyarakat
Datu Amut dikenal sebagai salah satu tokoh keagamaan dan ulama yang memiliki pengaruh besar di wilayah HSU. Meski kisah hidup beliau lebih banyak tersimpan dalam cerita lisan, masyarakat percaya bahwa beliau adalah sosok yang saleh, sederhana, dan memiliki ilmu agama yang mendalam.
Bekas-bekas perjuangan dan keteladanan inilah yang menjadikan makam beliau menjadi tempat yang dihormati, sekaligus menjadi tujuan utama para peziarah yang mencari ketenangan batin dan keberkahan.
Rangkaian Acara Haul yang Khidmat
Haul Datu Amut selalu diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang sarat makna, di antaranya:
- Pembacaan Maulid Habsyi dan doa bersama
- Tausiyah oleh para ulama dan tokoh agama
- Dzikir bersama jamaah
- Kegiatan sosial dan gotong royong membersihkan area makam
Acara berlangsung tertib berkat kerja sama antara panitia, tokoh masyarakat, serta aparat yang menjaga kelancaran kegiatan. Para jamaah mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan dan rasa hormat.
Kegiatan Haul Datu Amut menjadi kegiatan yang tiap tahunnya dilaksakan oleh masyarakat sekitar dengan menyediakan makan dan minum secara gratis. kegiatan ini tentunya sudah menjadi adat/kebiasaan masyarakat banjar khususnya masyarakat Desa Sungai Durait Tengah. hidangan-hidangan yang di sediakan tentunya bervariasi mulai dari makanan seperti roti/wadai dalam bahasa banjar hingga nasi dengan lauk khas banjar seperi ayam sambal merah, ayam panggang, kulit cempedak goreng,nasi sop, dan lain-lain.
Dampak Positif bagi Masyarakat Sekitar
Haul Datu Amut tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Berbagai pedagang kaki lima, warung lokal, hingga usaha kecil merasakan berkah tersendiri dari meningkatnya kunjungan jamaah.
Selain itu, kegiatan haul turut memperkuat nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas antarwarga. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa keberkahan tidak hanya hadir melalui ibadah, tetapi juga melalui hubungan sosial yang harmonis.
Situs Religi yang Semakin Mendapat Perhatian
Dengan semakin banyaknya jamaah yang datang setiap tahunnya, Makam Datu Amut semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu destinasi wisata religi terpenting di Kalimantan Selatan. Keindahan suasana pedesaan, komunitas, serta suasana keagamaan yang mendalam membuat banyak pengunjung ingin kembali setiap tahun
Haul Datu Amut bukan sekedar acara tahunan, namun sebuah momentum spiritual yang menghidupkan kembali nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, dan manfaat yang diwariskan oleh ulama terdahulu. Ribuan jamaah yang meadati situs religi di Hulu Sungai Utara menjadi simbol kuatnya kecintaannya terhadap masyarakat tokoh agama sekaligus bukti bahwa tradisi ini terus hidup dan dijaga oleh generasi penerus.
MasyaAllah.. sukses untuk pian pak dupriansyah
Aamiin…. trmksh do’a nya ibu. sehat sll ibu