Dupriansyah.Info. Pengetian,Fungsi,Struktur dan Jumlah Tulang Manusia
Tulang manusia adalah jaringan ikat kaku yang membentuk kerangka tubuh atau sistem rangka (skeletal system) pada manusia. Tulang bukan sekadar struktur penopang pasif, melainkan jaringan hidup yang dinamis, terus-menerus tumbuh, merombak diri, serta memiliki suplai darah dan saraf sendiri.
Sistem rangka pada orang dewasa umumnya terdiri dari 206 tulang yang saling terhubung melalui sendi, ligamen, dan tendon.
Fungsi Utama Tulang
-
1. Penopang dan Pembentuk Tubuh: Memberikan bentuk fisik pada tubuh, menegakkan postur, dan menahan berat badan.
-
2. Pelindung Organ Vital: Melindungi organ-organ penting di dalam tubuh, seperti tengkorak yang melindungi otak, tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-aru, serta tulang belakang yang melindungi saraf tulang belakang.
-
3. Tempat Melekatnya Otot: Bekerja sama dengan otot rangka untuk memungkinkan terjadinya gerakan tubuh melalui sistem pengungkit.
-
4. Tempat Pembentukan Sel Darah (Hematopoiesis): Di dalam sumsum tulang merah (terutama pada tulang pipih dan ujung tulang pipa), terjadi produksi sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah.
-
5. Penyimpanan Mineral: Berfungsi sebagai gudang penyimpanan mineral utama tubuh, terutama kalsium dan fosfor, yang dapat dilepaskan ke dalam aliran darah saat tubuh membutuhkannya.
Struktur Tulang
Secara mikroskopis dan makroskopis, tulang terdiri dari beberapa lapisan dan jaringan:
-
Periosteum: Lapisan terluar berupa membran fibrosa tipis yang membungkus tulang, berfungsi sebagai pelindung serta jalur pembuluh darah dan saraf yang memberi nutrisi pada tulang.
-
Tulang Keras (Kortikal / Kompak): Lapisan padat, keras, dan halus di bagian luar yang memberikan kekuatan struktural.
-
Tulang Spons (Trabekular / Spongiosa): Bagian dalam tulang yang memiliki struktur berpori mirip sarang lebah. Bagian ini lebih ringan dan menampung sumsum tulang.
-
Sumsum Tulang (Bone Marrow): Jaringan lunak di rongga dalam tulang. Sumsum merah menghasilkan sel darah, sedangkan sumsum kuning sebagian besar berfungsi menyimpan jaringan lemak.
Secara anatomi, tulang dada (sternum) pada manusia dewasa dihitung sebagai 1 buah tulang tunggal. Namun, struktur, jumlah bagian, dan tingkat penyatuannya berbeda antara bayi, anak-anak, dan orang dewasa akibat proses pertumbuhan tulang.
Berikut adalah penjelasan lengkapnya:
1. Orang Dewasa
Pada manusia dewasa, tulang dada merupakan satu kesatuan tulang pipih yang utuh dan terdiri dari 3 bagian utama yang telah menyatu secara permanen:
-
Manubrium sterni (Bagian Hulu): Bagian atas yang berfungsi sebagai tempat melekatnya tulang selangka (klavikula) dan pasang tulang rusuk pertama.
-
Corpus sterni (Bagian Badan): Bagian tengah yang panjang dan menjadi tempat perlekatan bagi sebagian besar tulang rusuk (pasangan ke-2 hingga ke-7).
-
Prosesus xifoideus (Taju Pedang): Bagian paling bawah atau ujung tulang dada yang pada masa muda berupa tulang rawan dan baru mengalami pengerasan (osifikasi) sepenuhnya menjelang usia dewasa atau paruh baya.
2. Bayi dan Anak-Anak
Pada bayi baru lahir dan anak kecil, tulang dada belum terbentuk sempurna sebagai satu tulang keras, melainkan masih berupa tulang rawan (kartilago) dan terdiri dari beberapa bagian terpisah (sternebrae):
-
Bagian badan tulang dada (corpus sterni) pada bayi umumnya terbagi menjadi 4 segmen terpisah.
-
Seiring dengan pertambahan usia anak, terjadi proses pengerasan tulang (osifikasi) di mana segmen-segmen terpisah tersebut secara bertahap saling melebur atau menyatu menjadi satu bagian tulang yang utuh menjelang masa remaja hingga dewasa muda