DUPRIANSYAH.INFO. Babirik, HSU Kalimantan Selatan. Sasirangan KARRA Karya ESEMIK: Karya Kreatif Siswa SMKN Babirik yang Mendunia


Sasirangan merupakan salah satu warisan budaya tekstil Kalimantan Selatan yang terus berkembang—baik sebagai kerajinan tradisional maupun sebagai produk kreatif modern. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri kreatif, merek lokal KARRA by ESEMIK, sebuah karya inovatif siswa SMKN Babirik, telah berhasil membawa Sasirangan ke tingkat yang lebih modern, berkualitas tinggi, dan kompetitif.
Melalui perpaduan kreativitas, keterampilan, dan teknologi, para siswa mempersembahkan karya-karya unik yang tidak hanya menampilkan keindahan motif Sasirangan tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Banjar di mata masyarakat luas.
Definisi Sasirangan
Sasirangan adalah kain tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, yang dibuat menggunakan teknik jahit atau tie-dye. Kata sasirangan berasal dari kata “sirang” yang berarti “diikat” atau “dijahit”. Kain ini dikenal karena proses produksinya yang khas, di mana bagian-bagian kain diikat atau dijahit sebelum dicelupkan ke dalam pewarna, menghasilkan pola yang unik dan khas.

Secara historis, Sasirangan diyakini memiliki nilai spiritual dan tradisional yang digunakan dalam ritual seperti penyembuhan atau upacara adat. Kini, Sasirangan telah menjelma menjadi produk fesyen populer, mulai dari pakaian dan tas hingga aksesori dan dekorasi rumah.
Pengertian Motif Sasirangan
Motif sasirangan adalah pola hias yang dibuat melalui teknik tie-dye, masing-masing memiliki filosofi dan makna tersendiri. Motif tradisional seringkali terinspirasi oleh alam, kehidupan, dan simbol budaya masyarakat Banjar, seperti:
- Bayam Raja — melambangkan ketegasan dan kebijaksanaan.
- Gigi Haruan (Haruan Teeth) — melambangkan kekuatan dan ketahanan.
- Kurakura (Cangkang Kulit Penyu) — melambangkan perlindungan dan keharmonisan.
- Jajumputan — melambangkan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Motif-motif ini kini telah dikembangkan secara luas ke bentuk yang lebih modern oleh para perajin dan desainer, termasuk KARRA by ESEMIK, sehingga lebih menarik bagi generasi muda tanpa meninggalkan akar budayanya.
KARRA by ESEMIK: Bukti Kreativitas Siswa SMKN Babirik
KARRA by ESEMIK hadir sebagai merek yang memadukan kreativitas anak muda dengan warisan budaya lokal. Produk Sasirangan dari KARRA memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari pilihan warna yang berani dan sentuhan desain modern hingga kemasan yang lebih profesional.
Proses produksi dilakukan oleh siswa sebagai bagian dari program vokasi mereka, meliputi perencanaan motif, pewarnaan, pengeringan, dan penyelesaian akhir. Selain menghasilkan barang berkualitas tinggi, kegiatan ini juga melatih siswa dalam hal kewirausahaan, mempersiapkan mereka untuk bersaing di industri kreatif.
Dari Sekolah ke Pasar
Keunggulan KARRA by ESEMIK tidak hanya terletak pada kreativitasnya, tetapi juga keberhasilannya memasuki pasar sebagai produk unggulan daerah. Karya Sasirangan mereka semakin dikenal sebagai kreasi mahasiswa yang inovatif dengan warna yang tahan lama, pola yang rapi, dan desain yang mengikuti tren modern.

Seiring tumbuhnya minat masyarakat terhadap produk lokal, KARRA by ESEMIK menjadi bukti bahwa generasi muda mampu melestarikan dan menghidupkan kembali warisan budaya melalui karya kreatif yang inspiratif.
Sasirangan produksi KARRA karya ESEMIK bukan sekadar karya seni yang indah, melainkan kontribusi yang bermakna bagi pelestarian warisan budaya Banjar. Dengan memadukan tradisi dan inovasi, para siswa SMKN Babirik telah berhasil membawa Sasirangan ke tingkat yang lebih modern, kreatif, dan kompetitif di dunia mode.